PERTEMUAN EVALUASI GIZI BURUK

Published  Wednesday,   8 March 2017  11:08

Written by Admin

 

 

                 

 

                 GIZI MASYARAKAT merupakan salah satu program kesehatan masyarakat. Indikator keluarga sehat Kementrian Kesehatan RI

mencakup Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak. Salah satu permasalahan kesehatan yang banyak terjadi adalah gizi buruk. Pemerintah

mencanangkan pembangunan kesehatan dengan tujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang

agar terwujud derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif

secara sosial dan ekonomis (UU No. 36 Tahun 2009).

 

                Nara sumber pertemuan ini dr. Nunuk Irgiwati dari Puskesmas Brebes, drg. Rozikin dari Puskesmas Paguyangan, dr. Tambah

Raharjo dari Puskesmas Larangan, dr. Yuniti Retnaningtyas Puskesmas Losari, Maskhana, AMG dari Rumah Sakit Bhakti Asih dan Mimchatun, AMG

dari Rumah Sakit Umum Daerah Brebes. Pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes yang diwakilkan Kasie Kesga dan Gizi, Ibu Nurul

Aeny, S.K.M saat membuka acara menyampaikan bahwa tim asuhan Gizi Puskesmas dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengantisipasi

terjadinya gizi buruk dan melakukan upaya preventif dan promotif untuk mengurangi kasus gizi buruk di kabupaten Brebes.

 

                Terdapat tiga kategori permasalahan gizi :

  • Kategori I : Masalah yang telah dapat dikendalikan contoh : kekurangan Vit A, gangguan akibat kurang yodium, anemia gizi pada anak 2-5 tahun
  • Kategori II : Masalah yang belum selesei (unfinished) contoh : stunting dan gizi kurang
  • Kategori III : Masalah baru yang mengancam kesehatan masyarakat (emerging) contoh : gizi lebih

 

               Pertemuan evaluasi gizi buruk bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam upaya pelayanan dan

penanganan kasus gizi buruk yang membutuhkan penanganan gizi secepat mungkin sehingga dengan adanya kegiatan ini diharapkan kasus gizi buruk

dapat tertangani secara adekuat dan sesuai standar. Perbaikan gizi tidak cukup hanya dengan Pemberian Makanan Tambahan, namun perlu intervensi

lingkungan, rumah layak, air bersih dan keluarga berencana.